Sabtu, 06 Februari 2016

Bab 2
SEJARAH PERKEMBANGAN GEOGRAFI

Manusia sejak dahulu sudah mengenal Geografi, bahkan dapatdikatakan umurnya seumur manusia di muka bumi. Seperti ilmu pengetahuan lainnya, pada awalnya Geografi tidak disusun yang keberadaannya selalu berkaitan dengan Mitologi yang berkembang di masyarakat. Pengaruh tersebut lambat laun semakin berkurang seiring dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan pada perkembangan terakhir, penggunaan statistik dan metode kuantitatif dipergunakan dalam menjawab permasalahan Geografi selain penggunaan metode kualitatif yang memang telah eksis sejak dahulu.Secara ringkas pada bab ini diuraikan sejarah perkembangan Geografi dari masa ke masa, dari Geografi Klasik sampai Geografi Mutakhir.

A. Geografi Klasik
Geografi sudah dikenal sejak zaman Yunani Kuno dan pengetahuan tentang bumi pada masa tersebut masih dipengaruhi oleh Mitologi. Secara lambat laun pengaruh Mitologi mulai berkurang seiring dengan berkembangnya pengaruh ilmu alam sejak abad ke-6 Sebelum Masehi (SM), sehingga corak pengetahuan tentang bumi sejak saat itu mulai mempunyai dasar ilmu alam dan ilmu pasti dan proses penyelidikan tentang bumi dilakukan dengan memakai logika.
Bab 2SEJARAH PERKEMBANGAN GEOGRAFI
Manusia sejak dahulu sudah mengenal Geografi, bahkan dapatdikatakan umurnya seumur manusia di muka bumi. Seperti ilmupengetahuan lainnya, pada awalnya Geografi tidak disusun secarasistematis seperti saat ini namun hanya berupa cerita tentang suatutempat dan penguninya yang keberadaannya selalu berkaitandengan Mitologi yang berkembang di masyarakat. Pengaruhtersebut lambat laun semakin berkurang seiring denganberkembangnya Ilmu Pengetahuan dan pada perkembanganterakhir, penggunaan statistik dan metode kuantitatif dipergunakandalam menjawab permasalahan Geografi selain penggunaanmetode kualitatif yang memang telah eksis sejak dahulu.Secara ringkas pada bab ini diuraikan sejarah perkembanganGeografi dari masa ke masa, dari Geografi Klasik sampai GeografiMutakhir.
A. Geografi Klasik
Geografi sudah dikenal sejak zaman Yunani Kuno danpengetahuan tentang bumi pada masa tersebut masih dipengaruhioleh Mitologi. Secara lambat laun pengaruh Mitologi mulaiberkurang seiring dengan berkembangnya pengaruh ilmu alamsejak abad ke-6 Sebelum Masehi (SM), sehingga corakpengetahuan tentang bumi sejak saat itu mulai mempunyai dasarilmu alam dan ilmu pasti dan proses penyelidikan tentang bumidilakukan dengan memakai logika.
4
 
Kedudukan Geografi sebagai Ilmu Pengetahuan batasan dan lapangan/objeknya masih dipertentangkan oleh para ahli sampai abad ke-19. Sampai abad ke-19 corak susunan isi Geografi hanya berupa uraian tentang penemuan daerah baru, adat istiadat penduduknya dan gejala serta sifat alam lainnya. Pengumpulan bahan-bahan tersebut belum diarahkan pencarian hubungan antara satu dengan yang lainnya serta mencari penyebab mengapa terjadinya hubungan tersebut serta diuraikan secara Deskriptif. Pada masa sebelum masehi, pandangan dan paham Geografi dipengaruhi oleh paham Filsafat dan Sejarah. Uraian geografi bersifat sejarah, sedangkan uraian Sejarah bersifat Geografi. Selain itu juga pada masa ini muncul juga tulisan tentang pembuatan peta bumi atau lukisan fisis daerah tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa geografi pada masa ini juga bersifat matematis.

Gambar 2.1 : Peta Dunia yang digambar/dibuat pada abad ke 10 SM

https://html2-f.scribdassets.com/5m7cix79c0ck480/images/10-77c7bc881d.jpg
 
Pada awalnya ruang di muka bumi banyak dikemukakan oleh para pelancong, selain menggambarkan kejadian historis yang dialami oleh mereka, juga diuraikan gejala serta ciri alam dan manusia penghuninya. Para pelancong terutama menguraikan pengalaman mereka ketika menemukan daerah yang berlainan dengan tempat asal mereka.Tokoh-tokoh yang termasuk dalam ketegori Geografi Klasik,adalah :

1.Anaximandros
Seorang Yunani yang pada tahun 550 SMmembuat peta Bumi.Ia beranggapan bahwa bumi berbentuk Silinder. Perbandingan panjang Silinder dan garis tengahnya, adalah 3:1. Bagian bumiyang dihuni manusia menurutnya adalah sebuah pulau berbentuk bulat yang muncul dari laut. Karena pendapatnyatersebut, maka peta bumi yang dibuatnya mirip sebuah jamur.

2.Thales (640-548 SM)
Menganggap bahwa bumi ini berbentuk keping Silinder yang terapung di atas air dengan separuh bola hampa di atasnya.Pendapat ini hilang seabad kemudian setelah Parminedes  mengemukakan pendapatnya bahwa bumi berbentuk bulat.Kemudian Heraclides (+320 SM) berpendapat bahwa bumi berputar pada sumbunya dari barat ke timur. Pada masa itu juga sudah dikenal adanya beberapa zone iklim meski padawaktu itu belum diketahui bahwa kondisi tersebut merupakan akibat dari letak sumbu bumi yang miring.

3.Herodotus (485-425 SM),
Ahli filsafat dan sejarah Yunani.Mengemukakan bahwa hubungan perkembangan masyarakatdengan faktor-faktor geografi di wilayah yang bersangkutansangat erat. Ia menganjurkan dilakukan penulisan hubunganantara keduanya. Pada tahun 450 SM membuat peta dunia danmembagi dunia menjadi tiga bagian, yaitu : Eropa, Asia, danLibya (Afrika). Peta Herodotus tersebut sangat sederhana biladibandingkan dengan peta yang kita kenal sekarang.Berdasarkan pandangannya, di satu pihak ia dianggap sebagaiahli sejarah, sedangkan di lain pihak ia juga dipandang sebagaiahli Geografi. Paham Geografinya bersifat Filosofis. Herodotus juga menulis tentang keadaan alam dan bangsa Mesir.Berkenaan dengan bentuk bumi, Herodotus mempunyaipandangan bentuk bumi adalah bulatan yang tersusun oleh dualapis bulanan, yaitu : lapis pertama terdiri dari zat padat denganair dan lapis kedua yang mengelilingi lapis pertama terdiri dariuap pada lapis bulatan pertama karena pengaruh panasmatahari. Peta yang dibuat Herodotus merupakan satu bulatanyang mencakup benua-benua yang dikelilingi lautan.

4. Homerus,
Penjelajah berkebangsaan YunaniBanyak menulis tentang keadaan sekitar Laut Tengah sebagai hasil penjelajahannya.

5. Pitheas (340 SM)
berasal dari Massilia (Marseile)Membuat uraian tentang perjalanan dari pantai Eropa ke Inggris.

6.Erastothenes dan Dikaiarchos (276-194 SM)
Melakukan pembuatan jaring-jaring derajat di muka bumi.Berdasarkan pancaran sinar matahari yang jatuh ke permukaanbumi, Dikaiarchos melakukan pengukuran dan pembuatanbusur jaring derajat antara Lyismachia  dan Alexandria 
Menurut hasil pengukuran Erastothenes, jarak antara Assuan danAlexandria adalah 5000 stadia (=910 km) dan keliling bumi adalah 252 000 stadia (= 45.654 km). Selain itu Erastothenes juga dianggap sebagai orang yang pertama meletakkan dasar pengetahuan tentang bumi. Ia membuat karya tulis sebanyak tiga jilid yang diberi judul Geografika 
Pada jilid pertama,diuraikan tentang perubahan-perubahan antara daratan dan lautan serta arus laut. Pada jilid ke dua, diuraikan tentang benda-benda langit dengan jaring-jaring derajat astronomi.Pada jilid ke tiga, berisi uraian tentang daerah dan penduduknya. Menurut uraiannya, sebagian besar dari permukaan bumi tidak berpenduduk dan tidak dapat dihuni.

Gambar 2.2 : 
Peta Dunia menurut Erastothenes

https://html1-f.scribdassets.com/5m7cix79c0ck480/images/13-eb9ef33b4e.jpg
7.Strabo (64 SM-24 M),
ahli Sejarah dan Geografi Yunani kunoStrabo mencoba menguraikan besarnya pengaruh lingkungansetempat terhadap pengelompokkan kebudayaan danpembagian pemerintahan. Ia mengemukakan bahwa pengaruhlingkungan sangat menentukan. Dari pandangannya tersebut, iatermasuk tokoh Geografi berpaham determinis lingkungan (environmental determinism).
Strabo mengemukakan bahwaGeografi berkenaan dengan faktor lokasi, karakteristik tertentu dan hubungan antara satu tempat dengan tempat lainnya dimuka bumi secara keseluruhan. Ide kesatuan tunggal yangdikemukakan Strabo dijelaskannya sebagai konsep Atribut alamiah suatu tempat (natural attributes of place), merupakankerangka relasi suatu tempat dengan tempat lain di permukaanbumi. Konsep ini merupakan salah satu konsep dan prosedur geografi modern yang selanjutnya menjadi konsep regional.Strabo juga membuat peta yang merupakan perbaikan dan melengkapi peta Herodotus. Pandangan determinis lingkunganyang dikemukakan oleh Strabo telah dikemukakan oleh Julius Caesar (100-44 SM) dalam tulisannya yang berjudul
Gallic Wars.
8. Julius Caesar merupakan tokoh pemerintahan dan militerRomawi yang pada tulisannya tersebut mengemukakan bahwaadanya pengaruh faktor Geografi terhadap pemerintahannyadan pengaruh lingkungan alam terhadap kemenangannya.Strabo dalam bukunya yang berjudul Geographica  yang terdiri dari 17 jilid dan diterbitkan satu abad sebelum masehi membuat sintesa antara Geografi, Menurut Strabo, Chorografi, dan topografi. Sintesa chorografi dan topografi pada geografi tidak menjadi masalah, karena dalam studi Geografi kita tidak hanya mempelajari tentang bentuk dan dimensi suatu daerah, tetapi juga tentang lokasi. Korelasi antara lingkungan alam dengan manusia sudah mulai tampak pada buku tersebut.

9. Claudius Ptolemaeus
Pada tahun 150 M menyusun peta Dunia yang menggambarkan benuaAsia, Afrika dan Eropa. Karya gemilangnya tidak hanya petanamun juga menulis buku tentangpengetahuan bumi dan bangsa-bangsa di dunia yang berjudul GEOGRAFICE HYPHEGESYS  Dan terdiri dari 8 jilid. Bukunya Ptolemaeus tersebut menguraikan,bahwa geografi merupakan suatu penyajian dengan peta dari sebagian permukaan bumi yang menampakkan berbagaipenampakan umum yang melekat padanya. Dia juga menerangkan bahwa geografi berbeda dengan Chorografi,karena chorografi membicarakan wilayah atau region tertentuyang penyajiannya dilakukan secara mendalam. Chorografi lebih mengutamakan pada penampakan asli suatu wilayah dan bukan ukurannya, segang geografi mengutamakan hal-hal yang kuantitatif. Pendapat ini merupakan sumber bagi definisi geografi zaman modern.Ptolomeus juga merupakan orang pertama yang memperkenalkan penggolongan iklim. Dia membagi permukaan bumi menjadi 24 zona iklim berdasarkan lamanya hari yang terpanjang yang dialami, dari khatulistiwa sampai kutub. Zona pertama meliputi garis lintang sebanyak 8½, zona ke 15dan zona ke 24 meliputi 1 menit garis lintang. Yangmenjadi dasar penghitungan adalah lamanya penyinaranmatahari. Pada penggolongan ini tidak diperhitungkan faktordan unsur yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi.Uraian di atas menunjukkan, bahwa Geografi sudah berkembang sejak berabad-abad sebelum masehi. Ilmuwan pada saat itu sudah menyadari dan mengemukakan akan pentingna Geografi bagi kehidupan manusia

https://html1-f.scribdassets.com/5m7cix79c0ck480/images/15-f6fb2f8f2f.jpg.
Gambar 2.3 :
Peta Dunia karya Ptolemeus



https://html1-f.scribdassets.com/5m7cix79c0ck480/images/16-274e063572.jpg

B. Geografi Abad Pertengahan

Pada akhir abad pertengahan, uraian-uraian tentang Geografi masih bercirikan hasil laporan perjalanan, baik perjalanan yangdilakukan melalui darat maupun melalui laut. 
Perjalanan umat manusia di muka bumi, dilakukan oleh para pedagang yang melakukan perniagaan antar negara dan antar benua, serta dilakukan oleh para tentara untuk melakukan peperangan dan meluaskan tanah kekuasaan. Perjalanan melaluidarat yang terkenal adalah “Via Appia” perjalanan darat antaraRoma dan Capua (950 sm), serta “Jalan Sutera”
antara Tiongkokdengan Timur Tengah (abad pertengahan) telah menjadi sumber materi Geografi yang sangat berharga pada masa itu.

Gambar 2.4 : ?????????????????????????????
Jalur Sutra yang menghubungkan antara Tiongkok denganTimur Tengah pada abad pertengahan
Perjalanan yang banyak dilakukan oleh umat manusia telah merangsang ditemukannya wilayah baru yang sebelumnya belumpernah terdengar atau diketahui manusia, sehingga masa ini seringdisebut REVOLUSI GEOGRAFI .Pesatnya perkembangan Geografi juga disorong olehmunculnya gerakan pembaharuan di bidang seni, filsafat,renesaince, dan humanisme agama (munculnya pahamprotestanisme) sehingga para sarjana lebih leluasa dalammengemukakan pendapatnya tentang keadaan dunia. Pada masa tersebut para pelancong tidak didorong oleh oleh sekedar hasratingin tahu dari luar horisonnya, tetapi dalam melakukan perjalanansudah memiliki tujuan tertentu, yaitu :

1. Menemukan daerah baru sebagai sumber ekonomis, sebagaidaerah koloni, atau untuk kepentingan perdagangan dengankata lain sebagai upaya untuk memperoleh kekayaan
(Gold)

.2. Sebagai tugas suci mengembangkan ajaran agamanya masing-masing atau bertujuan untuk penyebaran agama ke daerah baru (Gospel)

.3. Sebagai akibat negatif yang kemungkinan diduga lebih dahuludari kedua tujuan di atas, yaitu karena keperluan peperanganbaik karena perebutan daerah sumber atau daerah pemasaranmaupun peperangan akibat bentrokan ajaran agama (Glory)
Walaupun cara penemuan daerah baru terjadi karena diorongoleh motif dan tujuan tertentu, yaitu
Gold, Glory  dan Gospel (3G) namun sifat penulisan geografi dan yang bersifat geografi masihdilakukan secara deskriptif dalam arti dan uraiannya itu masihbelum dilakukan usaha yang sengaja memberikan uraianpenjelasan (explanation)
tentang gejala yang dilukiskannya. Selaintujuan di atas, perjalanan menjelajahi dunia baru juga dilakukanoleh sebagian orang dengan tujuan petualangan dan hasilpetualangan tersebut telah membuka tabir dunia dan memperkayapengetahuan tentang bumi.Pada masa ini, selain banyak ditemukan daerah-daerah baru,konsep geografi yang bersifat matematis mendapat perkembanganlebih pesat karena mulai longgarnya tekanan gereja terjadap parasarjana, terutama sarjana pengetahuan alam yang temuan-temuannya bertentangan dengan tafsiran gereja akan

Mitha Putry Usman liked this
Tokoh-tokoh Geografi abad pertengahan diantaranya adalah :
1.Marcopollo, seorang petualang Eropa.Pada tahun 1272-1295 melakukan perjalanan menjelajahi AsiaTimur dan Asia Tengah.
2.Batholomeus Diaz, pelaut Portugis.Melakukan perjalanan sampai ke Tanjung Harapan (Cape of the God hope) di Afrika Selatan dan diteruskan dengan mengarungi Samudera Hindia ke Kalikut di India pada tahun 1486.
Gambar 2.5 : Peta pelayaran Batholomeus Diaz dan Vasco Da Gamahingga sampai di Indonesia

https://html2-f.scribdassets.com/5m7cix79c0ck480/images/19-42ae7792c7.jpg
 
3.Vasco Da Gama
Vasco Da Gama  pelaut Protugis.Mengabdi pada raja Portugis dan dipilih untuk memimpin pelayaran mencari rute ke Timur.Vasco da Gama berlayar pada tahun 1497dengan 4 kapal kecil dan 170 awak. Dia melakukan perjalanan dengan rute yang sama dengan Bartholomeus Diaz dan terus melanjutkannya hingga sampai ke Indonesia pada tahun 1498.
4.Columbus
, seorang pelaut Genoa.Pelayaran perdananya pada tahun 1492-1493 mengarungi Samudera Atlantik dansampai ke Kuba dan Haiti, dalamperjalannya mencari jalan lain ke India yangpada akhirnya menemukan benua baru(Amerika). Pada perjalanan yang ke duatahun 1493-1494, Colummbus sampai di kepulauan Bahamadan di dalam perjalanannya yang ke tiga pada tahun 1498 diasampai di pantai Venezuella serta pada penjelajahan yang keempat tahun 1502-1504 ia menjelajahi daratan AmerikaTengah.

5.Amerigo Vespuci
, pelaut ItaliaPada tahun 1501-1502 mengarungi samudera Atlantik melaluiTanjung Horn di Patagonia dan menyeberangi samudera Pasifikmendarat di Filipina dalam perjalanannya mengelilingi dunia.

https://html2-f.scribdassets.com/5m7cix79c0ck480/images/20-acf0a53f6f.jpghttps://html2-f.scribdassets.com/5m7cix79c0ck480/images/20-acf0a53f6f.jpg
 
6. Ferdinand Magelhaens, Melakukan perjalanan ke Amerika Selatanpada tahun 1519 dan melanjutkan pelayarannya ke Filipina pada tahun 1521.
7.Nicolas Copernicus (1473-1543)
Mengemukakan bahwa bumi berbentukbulat, bergerak pada porosnya (rotasi) danseperti planet lain bumi melakukan gerakedar mengelilingi Matahari (Revolusi).Teorinya tersebut dikenal dengan Heliosentris . Teori ini mematahkan anggapan yang selama itu diakui, yaitu Geosentris 
(bumi sebagai pusat Tata Surya). Usaha Copernicus tersebut,kemudian dilanjutkan oleh
Galileo Galilei (1564-1642),Johanes Keppler (1571-1630). Keppler memberi gambaranbaru tentang letak bumi dalam susunan tata surya.Pengaruh penemuan sarjana Ilmu Alam pada abad ke-17,seperti Newton (1629-1695), Boyle (1627-1691), dan Huygins(1629-1695) menyebabkan orang mulai mempelajarinya secaramendalam proses terjadinya gejala-gejala fisis seperti gunung danpegunungan, arus laut, angin dan sebagainya. Kondisi ini menunjukkan mulai berkembangnya geografi fisis di tengah masyarakat.
https://html1-f.scribdassets.com/5m7cix79c0ck480/images/21-796caad6bb.jpg

 
Gambar 2.5 : 
Jagat Raya menurut Copernicus. Posisi tengah adalah Matahari,sedangkan bumi berada pada orbitnya di sekeliling matahari dan dibelakangnya adalah Zodiak.
Berdasarkan uraian tersebut menunjukkan, bahwa sampaiabad ke-18 geografi sangat berhubungan erat dengan sejarah danastronomi walau pun pada masa itu Erastothenes telahmempergunakan istilah Geographia namun artinya masih sangatsederhana, yaitu
“writing about the world” 
.
Gambar 2.6 : 
Galileo Galilei, penerus dari Copernicus yang mengemukakan bahwa bumi adalah seperti planet lainnya beredar mengelilingi matahari
https://html1-f.scribdassets.com/5m7cix79c0ck480/images/22-3a078050a3.jpg
 
Hasil karya ilmuwan yang dapat digolongkan mempunyai konsep dan pemikiran Geografi, adalah hasil karya dari Bernhardus Varenius (1622-1650) , seorang Ilmuwan Belanda menerbitkan buku yang berjudul Geographia Generalis Di Amsterdam tahun 1650, sebuah buku yang terdiri dari 28 bab dan26 bab di antaranya merupakan uraian berkenaan dengan kondisi fisik bumi. Pada dua bab lainnya berisikan uraian tentang kehidupan bangsa-bangsa dalam hubungannya dengan pengaruh faktor fisik bumi. Varenius berpendapat bahwa terdapat dualism dalam Geografi, di satu pihak gegrafi mempelajari proses dan fenomena yang bersifat alamiah seperti litosfera, hidrosfera, danatmosfera, serta hubungan antara matahari dengan bumi; di pihak lain geografi mempelajri fenomena sosial budaya manusia.
Karenadualisme tersebut, Varenius membedakan antara Geografi Umum (Geographia Generalis)
Dan Geografi khusus (Geographia Specialis).
Geografi umum berhubungan dengan fenomena alamiah sedangkan geografi khusus mempelajari daerah atau wilayah yangsifatnya diperoleh dari hasil interaksi antara manusia dengan proses alamiah.Menurut Varenius, Geografi Umum terdiri dari :
General Absolut ,yaitu uraian tentang bentuk dan dimensi muka bumi;
Relative , yaituberupa uraian tentang Iklim, musim, pasang naik dan pasang surut,serta berbagai fenomena astronomis lainnya;
Comparative , yaitu berisikan tentang perbandingan topografi muka bumi. Sedangkan Geografi khusus mencakup :
a.Chorographia , yaitu uraian deskriptif tentang daerah-daerah yang besar dan luas; dan
b.Typographia ,yaitu uraian yang memuat daerah-daerah yang lebih kecil/ sempitseperti desa, kota, kampung dan sebagainya. Pada uraian khususjuga dapat dikemukakan pembagian menurut jenis bahan uraian,yaitu :
Celestial Properties 
, merupakan segala uraian berkenaantentang keadaan angkasa, baik benda angkasa dan pengaruhnyaterhadap kehidupan di muka bumi;
Terestial,
merupakan segalauraian berkenaan dengan sifat dari isi terestis (daratan) kecualimanusia; dan
Human Properties 
, berkenaan dengan uraian tentangkeadaan dan aktifitas manusia di muka bumi. Pada bukunyatersebut, Varenius juga mempublikasikan hasil studi regionalnyatentang Jepang dan Siam. Uraiannya lebih bersifat matematikcampuran.Selama lebih dari satu abad, buku Varenius menjadi peganganbagi mereka yang ingin mempelajari bumi, terutama yangberhubungan dengan segi fisik muka bumi.
C. Geografi Modern
Pandangan ini mulai berkembang pada abad ke-18. Padamasa ini Geografi sudah dianggap sebagai suatu disiplin ilmiah dansudah dipandang dari sudut praktis. Para tokohnya, adalah :1.
Immanuel Kant (1724-1804)
, seorang ahli filsafat Unversitas
Koningsburg 
, Jerman yang memiliki pandangan sepertiVarenius. Dia memandang bahwa Ilmu Pengetahuan dapatdipandang dari tiga pandangan yang berbeda, yaitua. Ilmu Pengetahuan yang menggolongkan fakta berdasarkanobjek yang diteliti. Disiplin yang mempelajari kategori inidisebut “ilmu pengetahuan sistematis”, seperti ilmu botaniyang mempelajri tumbuhan, Geologi yang mempelajari kulitbumi, dan Sosiologi yang mempelajari manusia, terutamagolongan sosial. Menurut Kant, pendekatan yang
19
 
Geografi, sebuah Pengantar 
dipergunakan dalam ilmu pengetahuan sistematis adalahstudi tentang kenyataan.b. Ilmu pengetahuan yang memandang hubungan fakta-faktasepanjang masa. Ilmu pengetahuan yang mempelajaribidang ini, adalah sejarah.c. Ilmu pengetahuan yang mempelajari fakta yang berasosiasidalam ruang, dan ini merupakan bidang dari Geografi.Meski demikian, terdapat juga berbagai tentangan terhadappemikiran Kant, misalnya apakah ilmu pengetahuan sistematikdalam mempelajari fenomena tidak tergantung pada ruang danwaktu ?.Secara sistematis, Kant membagi Geografi menjadi :a. Mathematical Geography (Geografi Matematis) yang berisiketerangan tentang gambaran bumi sebagai suatu massadari sistem Tata Surya.b. Moral Geography (Geografi Moral), yaitu uraian yang berisigambaran tentang cara dan adat istiadat manusia diberbagai daerah di muka bumi.c. Political Geography (Geografi Politik), yaitu uraian yangberisi gambaran tentang kesatuan-kesatuan negara di duniayang didasarkan atas sistem pemerintahan.d. Physical Geography (Geografi Fisis), yaitu uraian yangberisikan gambaran tentang bumi dan bagian-bagiannyatermasuk hewan, veerasi dan mineral.e. Merchantile Geography (Geografi Perdagangan), yaituuraian yang berisikan gambaran tentang pola hubunganekonomi penduduk dan bangsa-bangsa di dunia.
20
 
Geografi, sebuah Pengantar 
f. Theological Geography (Geografi Agama), yaitu uraian yangberisi tentang agama-agama di dunia, penyebarannya sertaperubahan prinsip
theologi
di berbagai lingkungan alam.Kant mendapat julukan bapak Geografi Politik, ia juga dianggapsebagai peletak dasar Geografi Modern. Menurutnya, Geografibukan hanya sekedar ikhtisar tentang keadaan alam, namun juga merupakan dasar dari sejarah. Pandangan Geografinyaberpengaruh pada pandangan tokoh-tokoh lainnya seperti KarlRitter, Alexander Van Humboldt , dan Friederich Ratzel.2.
Alexander Baron Van Humboldt (1769-1859),
seorang ahliIlmu Pengetahuan yang menaruh minat terhdap penampakanfisikal dan biologikal.Humboldt melakukan petualangan kebeberapa daerah di benua Amerika,terutama Amerika Selatan dan membuatprofil benua tersebut. Ia memperkenalkanpengertian ekologi
(ecology)
, yaitu ilmupengetahuan yang menyelidiki hubunganyang terdapat antara vegetasi denganketinggian tempat. Namun di sisi lain Humboldt juga tidakmelupakan faktor manusia, misalnya dia memperhatikan tidakadanya lagi
pastoral nomads 
di antara orang-orang Ameriha,hal ini menunjukkan bahwa cara hidup ini adalah suatu evolusisosial yang terjadi di seluruh dunia. Selain itu Humboldtmemberi tanggapan terhadap kesamaan antara kebudayaanAsia dengan kebudayaan orang Amerika asli dan mencobauntuk menjelaskannya. Dari hasil pengembaraannya tersebut
21
https://html1-f.scribdassets.com/5m7cix79c0ck480/images/26-0d49186aeb.jpg
 
Geografi, sebuah Pengantar 
Humboldt menulis Geografi Regional dari Cuba dan Mexico.Karena uraiannya tersebut, Van Humboldt menjadi peletakdasar
phytogeography 
dan
klimatologi 
. Berdasarkanpengertian ekologi tersebut, muncul pengertian lingkungangeografi
(Environmental Geography).
Hasil karyanya dituangkandalam bentuk buku yang berjudul
Cosmos 
. Buku ini tediri dari 4 jilid yang diterbitkan secara beruntun dari tahun 1845-1858.Bukunya berisikan gambaran keadaan alam di seluruh dunia.Dia juga menjadi salah seorang yang mengorganisir kongresberbagai Ilmu Pengetahuan yang pertama di Berlin.3.
Karl Ritter (1779-1839),
adalah Profesor Geografi pertama dariUniversitas Frederich Wilhelm, Berlin Jerman. Gelar tersebutdiperolehnya pada tahun 1825. Sebelumnya dia adalah tenagapengajar Geografi pada Akademi Militer di Berlin. Pemikirannyasejalan dengan Humboldt terutama dalam menjelaskankegiatan manusia di suatu wilayah meskipun dia hanyamelakukan pengembaraan di Eropa saja, tetapi dia telahberhasil menggunakan hasil observasi orang lain. Pandanganterhadap Geografi dipengaruhi oleh pemikiran religius,menurutnya bumi diciptakan oleh Tuhan agar manusia dapatbelajar dan memakainya untuk tempat tinggal. Pandangan inimerupakan dasar berfikirnya yang
Fisis Determinis.
Namunwalau demikian faktor manusia mulai mendapat perubahandalam Geografi. Hal inilah yang menyebabkan Ritter seringdisebut Bapak Geografi Sosial. Sepanjang hayatnya, Rittermenghasilkan karya besar, yaitu meulis sebuah buku yangberjudul
Die Erdkunde 
yang terdiri dari 21 jilid dan ditulisseorang diri berisikan deskripsi regional dari seluruh dunia
22
 
Geografi, sebuah Pengantar 
walau yang paling lengkap adalah Eropa dan Asia, membuatAtlas alam Eropa dan Atlas Asia tang memuat peta-peta daerahtersebut. Ritter telah berjasa memasukkan faktor penting padastudi Geografi yaitu dengan mengemukakan konsep
“Geography to study the earth as dwelling place of man” 
.Baginya tujuan mempelajari aspek fisis dari bumi adalahmenempatkan bumi sebagai tempat tinggal dan bagian darilingkungan manusia. Ritter memandang bahwa permukaanbumi sebagai tempat tinggal manusia, dan menggolongkanpermukaan bumi menjadi wilayah alamiah dan mempelajari unitwilayah ini bagi masyarakat yang menempatinya danmasyarakat yang pernah menempatinya.4.
Charles Darwin (1809-1882),
Seorang naturalis Inggris yangterkenal karena teori evolusinya.Pengaruh Darwin sangat besar terhadappandangan Geografi setelah Humboldtdan Ritter. Teori evolusi Darwinberpengaruh luas terhadap berbagaibidang pengetahuan pada masa itu,bahkan konsep “survival of the fittest” dan“Natural Selection” merupakan dasarpemikiran berkembangnya fisis-determinispada Geografi. Empat tema utama yang merupakansumbangan Biologi, terutama teori Darwin pada pemikirandari waktu ke waktu
(the idea of change 
b. Ide organisasi
(The Idea of Organization).
Geografi, yaitu :a. Ide perubahan
through time).
23
https://html2-f.scribdassets.com/5m7cix79c0ck480/images/28-5b7be865a8.jpg
 
Geografi, sebuah Pengantar 
c. Ide perjuangan dan seleksi
(The Idea of Struggle and Selection).
d. Kerandoman atau karakter yang secara kebetulan darivariasi di Alam
(The randomness or chance character of variations in nature).
Keempat tema tersebut berpengaruh kuat pada perkembanganpemikiran Geografi pada masa itu dan masa-masa setelahnya.Pendekatan Ekologi serta pandangan geografi Politik danGeopolitik dipengaruhi oleh teori Darwin. Untuk kepentinganPolitik, teori Darwin pernah diselewengkan pada politikperluasan kekuasaan (politik ekspansi), terutama pada zamanNAZI Jerman atau zaman Hitler.
D. Geografi akhir abad ke 19 – Abad ke 20
Pusat perhatian Geografi pada akhir abad ke-19 adalahterhadap iklim, tumbuhan, dan hewan, serta terhadap bentangalam. Kebanyakan ahli geografi pada periode ini memperdalamGeologi dan mempergunakan metode geologi dalampenyelidikannya. Sebaliknya geografi manusia menjadi semakinlemah. Pada akhir abad ke-19, geografi manusia masih bercorakgeografi Ritter tanpa adanya perspektif baru. Kenyataan inimungkin disebabkan karena kedudukan Ritter sebagai tokohgeografi di Universitas Berlin setelah kematiannya pada tahun 1859untuk waktu yang lama tidak ada yang menggantikannya. Demikian juga di Inggris, sejak pengunduran diri Alexander Maconochie ditahun 1830-an menyebabkan geografi di negara tersebut tidakberkembang.
24
 
Geografi, sebuah Pengantar 
Meski di Universitas geografi manusia tidak memperolehkemajuan tetapi di luar universitas tidak demikian. Di AmerikaSerikat,
Mayor Wisley Powell (1834-1902)
mempelajari bentangalam dan sumberdaya air untuk menyarankan penggunaan tanah disuatu tempat dengan sebaik-baiknya.Ahli Geografi lainnya dari AmerikaSerikat, yaitu
George Peskins Marsh(1801-1882)
mempunyai perhatiankhusus pada pentingnya mengkonservasisumberdaya. Pada pendahuluan bukunyayang berjudul
Man and Nature, or Physical Geography as Modified by Human Action 
(1864), Marsh berpendapatbahwa Van Humboldt dan Rittermerupakan tokoh aliran baru dalam Geografi yang pernahmengatakan bahwa “seberapa jauh keadaan lingkungan fisikalmempengaruhi kehidupan sosial dan kemajuan sosial”. Kemudianpada diri Marsh timbul pertanyaan “Bagaimana manusia mengubahpermukaan bumi ?” dalam hal ini Marsh ingin menekankan bukanpermukaan bumi yang menentukan kehidupan yang lebih baik,namun keadaan yang lebih jelek akan terjadi apabila manusiamerusak lingkungan alamnya.Pada masa ini, tokoh geografi lainnya yang berpengaruh,adalah :1.
Friederich Ratzel (1844-1904),
Tokoh Geografi JermanTokoh Geografi yang pemikirannya memperoleh pengaruhHumboldt – Ritter dan Darwin. Pada zaman Humboldt – Ritter,paham fisis determinis belum kelihatan tegas. Melaluimetodologi ilmiah yang dikemukakan oleh Ratzel, yaitu
25
https://html1-f.scribdassets.com/5m7cix79c0ck480/images/30-fdaed10750.jpg
 
Geografi, sebuah Pengantar 
menyatakan secara tegas bahwa alam menentukan kehidupanmanusia, paham fisis determinis menjadi semakin jelas. AjaranRatzel tersebut dikenal dengan “Anthropogeographie” yang jugamerupakan judul buku yang ditulisnya. Buku tersebut terbitpertama pada tahun 1882. Menurut Ratzel bahwa selainlingkungan alam, aktifitas manusia merupakan faktor pentingdalam kehidupan di suatu lingkungan. Ratzel selainmempelajari geografi juga mempelajari Antropologi secaramendalam. Menurutnya, apabila diadakan perbandingan antarakelompok manusia yang berbeda, pasti manusia itu sendiri yangmenentukan dan terutama keadaan yang ditimbulkan olehlingkungan kebudayaannya. Ratzel mengungkapkan, adanyapengaruh alam yang menentukan sifat badaniah dan rohaniahmanusia. Menurutnya, hubungan sifat badaniah dan rohaniaherat kaitannya dnegan pengaruh alam yang bekerja terhadapmanusia. Bangsa-bangsa yang berkulit hitam dan berwarna didalam penyebarannya mendiami negeri-negeri yang berhawapanas. Keadaan alam di negeri panas yang membuat kulitbangsa-bangsa demikian, keadaan alam juga menentukanketerbelakangan rohani dari bangsa-bangsa yang berkulit hitamdan berwarna. Berbeda dengan keadaan alam dari bangsa-bangsa yang berwarna kulit putih, yang berhawa ingin dan sejukmenentukan warna kulit putih dari bangsa-bangsa yangmendiaminya. Keadaaan alam yang dingin dan sejuk jugamenentukan kemajuan hubungannya dengan keadaan alamyang menentukan pula kemajuan rohani bangsa-bangsa kulitputih. Dalam hubungannya dengan keadaan alam yangmenentukan keadaan rohaniah manusia, oleh Ratzeldikemukakan pula hubungannya dengan agama monoteisme.
26
 
Geografi, sebuah Pengantar 
Menurut pandangan Ratzel, monoteisme ditentukan oleh alam.Di daerah gurun orang mengenal adanya satu kekuasaan darialam, yaitu satu Tuhan; monoteisme adalah agama bagibangsa-bangsa yang tinggal di daerah gurun.Berbeda dengan jilid pertama, jilid ke dua yang terbit padatahun 1891 menekankan pada uraian tentang persebaran dankepadatan penduduk, pembentukan pemukiman, migrasipenduduk dan penyebaran kebudayaan. Untuk menjelaskan haltersebut, Ratzel tidak menitik beratkan pada pengaruhlingkungan terhadap manusia namun kedua fenomena tersebutmemiliki kedudukan yang sama. Pengaruh evolusionismeDarwin tampak jelas pada konsep
Labenstraum (living space)
dari Ratzel. Konsep ini diterapkan pada pandangan GeografiPolitik yang memandang negara sebagai suatu organisme.Negara seperti juga mahluk hidup dapat tumbuh menjadi besar.Untuk pertumbuhan ini memerlukan makanan, jika tidakmemperoleh makanan maka organisma akan mati, demikianpula keadaannya dengan negara. Paham ini diterapkan padageopolitik Jerman sebagai landasan politik ekspansi. MenurutRatzel, tugas utama Anthropogeograpie adalah :a. Menguraikan daerah-daerah yang didiami oleh manusia
(siedlung der Menscheit).
b. Meneliti manusia sebagai mahluk yang terikat oleh bumi
(als erdgebundenes Wesen).
c. Meneliti pengaruh alam terhadap kondisi fisik dan jiwamanusia
(Einfluss der Natur auf den Physik und der Geist des Menschen)
.
27
 
Geografi, sebuah Pengantar 
2.
Ellen C Semple
 Pengikut Ratzel yang memperlemah paham fisis determinisatau geografi determinis menjadi “pengawasan geografi”
(geographic control).
Menurut paham ini, faktor geografiterutama faktor fisis tidak lagi ditetapkan sebagai faktor yangmenentukan kehidupan manusia, melainkan dipandang sebagaifaktor yang mengawasi atau mempengaruhi kehidupanmanusia.3.
Otto Schluter (1873),
Guru Besar Universitas BerlinPandangannya dianggap terlalu Fisis determinis, sehinggadipandang terlalu berat sebelah oleh kebanyakan ahli geografiyang berpandangan Antropogeografi. Ia mencari jalan ke luardari Anthropogeographie. Ia mengemukakan konsep “Kultur-geographie” pada tahun 1872 dan memberi kedudukanterhadap faktor manusia dan kebudayaan. Menurut Schluter,objek Geografi adalah
“landscahaft” 
yang di dalamnya termasuktempat tinggal manusia dan jalan lalu lintas. Menurutnya,manusia dengan perkembangan kebudayaannya harusdigunakan sebagai dasar kerja geografi. Schluter jugamengemukakan bahwa peralihan dari bidang alamiah ke bidanghumanis dari suatu ilmu, tidak terlalu mencolok sepertiperbedaan antara faktor iklim dengan faktor bentuk-bentukpermukaan bumi atau perbedaan sifat faktor non manusiawi.Menurut pandangan kulturgeographie (geografi budaya),geografi terdiri atas :a. Geografi tempat tinggalb. Geografi Ekonomic. Geografi Lalu lintas.
28
 
Geografi, sebuah Pengantar 
4.
Elsworth Huntington (1876),
Ahli Geografi Universitas Yale,Amerika Serikat.Pemikiran Geografi Huntington dipengaruhi oleh pahamGeografi Ratzel. Pemikirannya tersebut terlihat padapandangannya yang tertuang dalam karya yang berjudul
“Civillization and Climate”.
Buku ini terbit pertama kali padatahun 1915 dan mengalami beberapa kali cetak ulang sampaicetakan ke-enam edisi ke tiga pada tahu 1948. Ia menyatakanbahwa iklim di suatu tempat memiliki pengaruh yangmenentukan terhadap perkembangan aktifitas dan kebudayaanpenduduk setempat (determinis iklim), kelompok pendudukdunia yang mengalami kemajuan pesat terdapat di daerah yangiklimnya menunjang untuk kemajuan (iklim sedang). Bukunyayang lain berjudul
“Mainsprings of Civilization” 
yang ditulisnyapada tahun 1945. pandangan Geografinya banyak dibahas olehilmuwan lainnya, terutama berkenaan dnegan paham determinisiklim yang dikemukakannya. Menurut Huntington, faktor iklimmenentukan perkembangan suatu kebudayaan, saat ini pahamtersebut banyak yang menentang.5.
Ferdinand von Richthofen (1833-1905)
, Ahli Geologi yangkemudian beralih menjadi seorang Geografer.Richthofen memberi rumusan konsep Geografi yang merupakansuatu Sintesa dari pandangan Ritter dan Humboldt. Sebagaiseorang ahli Geologi, ia mengemukakan bahwa yang dimaksuddengan permukaan bumi, adalah bagian luar dari bumi yangterdiri dari bagian padat. Inti dari objek studi Geografi adalah juga yang termasuk segala gejala yang berkaitan dengannya.
29
 
Geografi, sebuah Pengantar 
Menurut pendapatnya, geografi adalah “
pelukisan gejala-gejala dan sifat-sifat permukaan bumi dan penduduknya, disusun menurut letaknya dan menerangkan baik terdapat bersamaan maupun timbal baliknya gejala dan sifat-sifat tersebut”.
Denganpernyataan tersebut, Richthofen telah memberi lapangan kerjapada Geografi. Pada definisi tersebut, geografi tidak sajaditerjemahkan sebagai ilmu yang memberikan uraian daritempat-tempat dan daerah-daerah saja, namun jugamemberikan keterangan-keterangan tentang sebab musababdari gejala yang dipelajari. Geografi tidak hanya mempelajarimanusia, namun juga mempelajari hewan dan tumbuhan.Dengan ini tidak saja Geografi fisis, tetapi geografi sosial punberkembang. Pada pidato pelantikan untuk menempati kursiGeografi di Universitas Leipzig (1883), Richthoffenmengemukakan pendekatan baru yang disebutnya pendekatansistematik. Menurutnya, studi geografi suatu wilayah meliputisusunan keruangan
(spatial arrangement)
, ikatan gejala-gejalabumi yang mencakup gejala fisik, biotik dan gejala manusiayang harus diteliti bentuk, materi, kejadian dan interaksikeruangannya. Studi tersebut disebutnya sebagai Korografi,sedang bidang ilmiah yang berkenaan dengan studi tersebut,adalah korologi. Metode ilmiahnya telah mengarah padametodologi Geografi modern.Definisi yang disampaikan Richthofen juga mengundangbeberapa pertanyaan mendasar, yaitu :a. Gejala dan sifat apa di permukaan bumi serta penduduknyayang harus diuraikan, mengingat gejala-gejala dan sifat-sifatnya itu beragam. Gejala dinamis sedangkan sifat statis.
30
 
Geografi, sebuah Pengantar 
b. Apakah hubungan timbal balik dan laju berbarengan darigejala-gejala dan sifat-sifat muka bumi dan penduduknya,harus disusun menurut daftar terperinci untuk masing-masing terpisah dan terlepas satu sama lain, apalagi harusdisusun berdasarkan tempat.c. Berapa besar atau luas satuan tempat tersebut.Munculnya pertanyaan-pertanyaan tersebut mendorongtumbuhnya pemikiran lebih lanjut dalam Geografi, baik dikalangan pemikir lama maupun di kalangan pemikir baru diJerman dan Perancis. Mengingat arah perkembangan Geografidi Jerman pada abad ke-19 masih berada di bawah pengaruhpemikir Ilmu Pengetahuan Alam dan masih memerlukanpengetahuan tentang negeri-negeri di luar Eropa, makalapangan studi Geografi menurut pemikir Jerman kala itu adalah
landschaft 
(bentang alam) dan
Landerkunde 
(pengetahuantengan negeri-negeri). Manusia dipelajari sebagai bagian darialam. Yang dimaksud dengan
landschaft 
adalah suatu daerahyang karena sifat-sifat geografisnya dan yang oleh karenakekhususan kerjasama dari sifat-sifat tersebut merupakan satukesatuan.6.
Oscar Peschel (1833-1905),
Melakukan kritik terhadap Ritter yang dianggapnya terlalumelebih-lebihkan pengaruh alam. Peschel berpendapat bahwaGeografi menyelidiki gejala bumi dengan studi komparatifsehingga suatu ilmu dapat dikembangkan secara induktif dan juga membawakan konsep dalam geografi bahwa manusiamerupakan pusat perhatian.
31
 
Geografi, sebuah Pengantar 
7.
Alfred Hettner (1859-1941),
Ahli Geografi JermanHettner berhasil mempersatukan pendapat dan pengertiantentang konsep dasar Ilmu Geografi di Jerman. Hal initerungkap dari ucarapan terimakasih yang dikemukakan dalamtulisan
“Algemeine Geographie des Menschen” 
, Band I,Stutgart, 1947, pp. Xi-xxxiv. Pada tahun 1898, Hettnermengemukakan bahwa perbedaan pengetahuan geografiantara zaman purba dengan zaman sekarang yang berkenaandengan pemasukan manusia sebagai bagian yang integral darialam suatu areal. Pada perkembangan umum kemajuan ilmupengetahuan, dari hasil penelitian, manusia telah dimasukkanke dalam berbagai cabang geografi. Pada tahun 1905 iamenulis bahwa ilmu kronologi tentang bumi atau ilmu tentangwilayah-wilayah di permukaan bumi dengan perbedaan danrelasi keruangannya. Ia telah memberi pengertian yang luasterhadap pengertian
“landschaft” 
yang tidak hanya mengenaikeadan fisik, namun juga manusia. Dalam uraian
landschaft 
tersebut dikemukakan perbedaan khas suatu wilayah dariwilayah lainnya, sehingga mengarah pada penguraian regional.Yaitu uraian tentang geografi regional. Dalam uraiannya terlihatadanya pengaruh konsep geografi dari von Richthofen.Berkenaan dengan segala sesuatu yang dipelajari tentangnegara dan bangsa, Hettner mengemukakan kerangkasistematik sebagai berikut :a. Letak, bentuk dan luas bumib. Keadaan alam permukaan bumi (relief, keadaan geologi,tanah dan sebagainya).
32
 
Geografi, sebuah Pengantar 
c. Iklim (Suhu, tekanan udara, angin, kelembapan, curahhujan)d. Aliran Sungai dan perairan.e. Flora dan Fauna.f. Manusiag. Usaha kerja dan kegiatan manusia.Skema tersebut menurut Hettner menampilkan suatu urutanyang memudahkan untuk melihat hubungan gejala-gejala dansifat-sifat permukaan bumi serta untuk memudahkan melakukanperbandingan di antara negeri-negeri. Pada tahun 1927, diamengungkapkan kembali pemikiran tentang lingkup studiGeografi, yaitu :
“Tujuan dari titik pandang korologi adalah untuk mengetahui sifat-sifat dari daerah-daerah dan tempat-tempat secara menyeluruh dari adanya laju bersamaan dan hubungan kerjasama serta aneka ragam bentuk penampilan di antara kawasan yang berlainan dan gambaran permukaan bumi secara menyeluruh di dalamnya pengaturan alamiahnya ke dalam kontinen-kontinen, daerah-daerah, bentang alam serta tempat-tempat.
Tujuan titik pandang korologi yang dikemukakan oleh Hettnermenunjukkan tentang sasaran yang ingin dicapai di dalam studigeografi, yaitu mendapatkan gambaran menyeluruh tentangkeadaan permukaan bumi. Di dalam metodologi, hal tersebuttermasuk dalam studi Geografi umum atau geografi sistematik.Studi geografi tersebut pada awalnya ingin mengetahui hukumalam yang berlaku di muka bumi. Hal ini menunjukkan adanyakecenderungan pandangan yang determinis.
33
 
Geografi, sebuah Pengantar 
8.
Paul Vidal de la Blache (1854-1918),
Profesor UniversitasSorborne Perancis.Paul Vidal de la Blache awalnya adalah ahliSejarah yang kemudian mempeloporigeografi di Perancis, menjadi Profesorpada Universitas Sorborne, Paris padatahun 1872 setelah melalui perjalanan yangpanjang. Pandangannya banyakdipengaruhi oleh paham determinis-anthropogeographie karena banyak membaca karya Ritter, VonHumbolt dan geograf Jerman lainnya,. Setelah menyaksikansendiri pembukaan terusan Suez, Ia melepaskan diri daripaham fisis determinis, yang karenanya dia dianggap sebagaitokoh peralihan. Ia melakukan pengamatan di lapangan danbanyak melakukan perjalanan ke berbagai penjuru Eropatermasuk ke daerah pedalaman, terutama di tanah airnya. Ia juga mendalami geologi dan botani, karenanya ia berpendapatbahwa seorang Geograf harus berwawasan luas. Ia seringkalimenjelajahi berbagai daerah dengan membawa peta geologisambil berjalan kaki. Sebagai seorang ahli sejarah dia memilikiketajaman penglihatan tentang adanya hubungan erat antaradaerah dengan penduduk serta sejarahnya. Perhatiannya yangbesar atas hal-hal tersebut telah mendorongnya untukmelahirkan metode Geografi.Geografi Vidal de la Blache dimulai dengan mengenal danmendalami terlebih dahulu lapangan, ia baru kemudian menulisdan menyusun buku. Langkah metodologinya adalah, bahwageograf harus beranjak dari kenyataan. Setiap teori dan
34
https://html2-f.scribdassets.com/5m7cix79c0ck480/images/39-0469135c6f.jpg
 
Geografi, sebuah Pengantar 
kerangka pemikiran harus dapat dibuktikan. Dia seringmembawa mahasiswanya ke lapangan untuk membiasakan dirimengenal kenyataan dengan banyak menggunakan peta yangdi dalam studi geografi merupakan kebutuhan mutlak. Karyabesarnya yang pertama, adalah
“Atlas General, historique et geographique” 
yang diterbitkan di Paris pada tahun 1894. Karyatulis lainnya dalam bidang metodologi diantaranya,
“Les genres de vie dans la geographie humaine 
dan
les caracteres distinctifs de la Geographie” 
yang diterbitkan pada tahun 1912 dan 1913.Pandangannya dikemukakan pada tulisan yang berjudul
“Principe de Geographiehumaine” 
yang diterbitkan setelah diameninggal dunia atas bantuan Emmanuel de Martone padatahun 1922. Pandangannya terhadap Geografi bukanlahpengetahuan buku semata-mata, Geografi ditempatkan diantara natural science dan human studies. Menurut Vidal de laBlache, studi tentang lingkungan fisikal dan masyarakat telahatau sedang dipengaruhi oleh lingkungan fisikalnya. Daerahdimana proses ini telah atau sedang berlaku akan membentuksuatu unit yang disebut “wilayah” atau
“region” 
. Uraian tersebutmenunjukkan, secara jelas bahwa yang dimaksud denganwilayah oleh Vidal de la Blache merupakan arena dimanaberlaku interaksi antara manusia dengan lingkungan fisikal yangbersifat lokal. Kondisi ini menunjukkan bahwa ciri penting suatuwilayah mungkin berbeda dengan dengan ciri wilayah lain.Pengertian tentang
“regio” 
pertama kali dikemukakan dalambukunya yang berjudul
“La France” 
yang terbit tahun 1897 padabab
Des divisions du sol francais 
. Tulisannya tersebutmenunjukkan pentingnya geografi mempelajari kenyataan-kenyataan di daerah. Pemikirannya yang lebih jauh tentang
35
 
Geografi, sebuah Pengantar 
geografi dan metode yang dipakainya diterangkan dalam buku
Tableau geographique de la France 
yang terbit tahun 1903.Konsep Vidal de la Blache sesuai dengan keadaan Eropasebelum revolusi industri dan sesuai pula dengan wilah yangekonominya masih berdasarkan
peasant agriculture 
dan
local self-sufficiency 
. Konsep ini tidak sesuai bagi negara yang telahmaju, karena negara yang telah maju tidak lagi bersifat lokal.Sumbangan Vidal de la Blache bagi Geografi, adalah :a. Pentingnya Geologi dalam mencari hubungan alam danmanusia sebagai dasar
“areal differentiation” 
.b. Manusia memerankan peranan aktif dan pasif.c. Hubungan manusia tidak statis, melainkan berubah-ubahsesuai dengan proses penyesuaiannya dengan alam ataustimulus pengaruh alam terhadapnya.Vidal de la Blache juga mengajarkan bahwa Geografi harus :a. Merupakan kesatuan gejala alam, interdependendi daninterkoneksi antara faktor-faktor fisis.b. Merupakan kombinasi yang beragam beserta modifikasigejala alam terutama iklim di dunia.c. Mempunyai hubungan dengan gejala-gejala di permukaanbumi.d. Mengenal kekuatan lingkungan dalam beragam bentuk.e. Memiliki metode ilmiah dalam memberi definisi danklasifikasi yang ada.f. Mengetahui peranan manusia dalam menguasai lingkunganalam.
36
 
Geografi, sebuah Pengantar 
Tugas geografi yang ditekankannya antara lain Geografimenyelidiki dan mempelajari akibat usaha manusia padapermukaan bumi serta peninggalannya sesudah daerah itudipakai sebagai tempat tinggalnya, baik penyebaran,kepadatan, gerak horizontal penduduk, sistem transportasi danakhirnya berusaha memberikan suatu perencanaan gunamemajukan daerah tersebut.Berdasarkan padangan tersbut, Vidal de la Blache menunjukkanbahwa setiap individu memberi sejumlah kemungkinan(possibilities) yang berbeda bagi setiap tempat dan
human society 
yang menentukan kemungkinan-kemungkinan tersebut.Aliran ini kemudian banyak dikenal dengan istilah “posibilisme”.Uraian tersebut menunjukkan bahwa Vidal de la Blachemenyangkal adanya fisis determinis, dan selanjutnya dirinyamengemukakan bahwa manusia adalah
“free agent” 
yangdarinya segala sesuatu dapat dimungkinkan.
37
 
Geografi, sebuah Pengantar 
Gambar 2.7Setiap lingkaran berisi ladang Gandum diairi dengan pipa panjangyang berputar seperti jarum jam. Air dipompakan dari dalam tanah.Ladang Gamdum ini berada di gurun Libya
Vidal de la Blache juga menekankan bahwa Geografimerupakan pengetahuan tentang tempat-tempat yangberhubungan dengan kualitas produksi dari daerah serta cirikhas daerah tersebut dinyatakan oleh keseluruhan gejala dankeragaman tempat. Faktor yang menentukannya adalah
“Genre de Vie” 
yaitu tipe proses produksi yang dipilih oleh manusia darikemungkinan yang diberikan oleh alam dan tingkat kebudayaansuatu daerah.9.
Jean Brunhes (1869-1930),
Ahli Geografi PerancisJean Brunhes adalah murid sekaligus pengikut Vidal de laBlache. melanjutkan paham Geografi gurunya yang menolakpaham determinisme. Pada tahun 1910, ia menerbitkan
38
https://html1-f.scribdassets.com/5m7cix79c0ck480/images/43-7ef2f82b2a.jpg
 
Geografi, sebuah Pengantar 
bukunya yang berjudul
“La geographiehumaine”.
Pada bukutersebut dibahas pengertian regio yang berbeda, ada regiotanah, regio fisiografi, regio ekonomi dan sebagainya.Buku tersebut banyak yang mempelajari, karena pada saat itumerupakan satu-satunya buku
Pengantar Geografi Sosial.
Bukutersebut kemudian diterjemahkan oleh dua orang GeografAmerika, yaitu
Bowman
dan
Dodge
untuk diterbitkan. DiAmerika, bukunya Brunhes merupakan buku pegangan klasikyang menjadikan aliran Posibilis terkenal di negara tersebut.Jean Brunhes membatasi lapangan kerja
geographie humaine 
kepada benda-benda yang bersifat material dan dapat diukur.Faktor manusia ditempatkan sebagai faktor penting dalamperkembangan kebudayaan, sedang faktor alam hanyamemberikan kemungkinan untuk perkembangan kebudayaantersebut. Dibandingkan dengan pandangan Geografi Vidal de laBlache, pandangan Geografi Jeans Brunhes agak berbedadengan pandangan gurunya tersebut. Menurutnya, geografiharus berisi :a. Pola settlement di muka bumi, bentuk rumah, desa, kotadan sebagainya.b. Penguasaan dan penyesuaian vegetasi dan hewan dengantehnik pertanian/ agrikultur.c. Uraian tentang ekonomi penduduk.10.
William Morris Davis,
Ahli Geomorfologi Amerika SerikatPandangan William Morris Davis berpengaruh padaperkembangan Geografi. Menurutnya, faktor sejarahmemegang peranan dalam menganalisa Geografi. Untukmempelajari kehidupan manusia kini, sejarah perkembangan
39
 
Geografi, sebuah Pengantar 
lingkungan alam dengan perkembangan manusia itu sendiridapat dijadikan salah satu bahan analisa. Mengamati suatubentang alam
(landscape)
pada masa ini dengan tidak melihatbagaimana bentangan itu terjadi, ibarat kita berkunjung keRoma dewasa ini dengan kebodohan kita, bahwa kita percayaRoma tidak pernah mengalami jaman pubanya.11.
Richard Hartshorne,
pada tahun 1939 menulis buku berjudul
“the Nature of Geography” 
. Ia merupakan tokoh yangmenjelaskan hakekat Geografi dengan segala argumentasinyaberdasarkan pandangan- paham – pendapat berbagai tokohGeografi. Ia menguraikan metode ilmiah Geografi denganmengutip tokoh-tokoh tersebut dari zaman ke zaman. Setekahbuku
The Natire of Geography 
terbit, banyak tokoh Geografiyang berbahasa Inggris mengemukakan konsep danpandangannya.12.
Frank Debenham,
Guru besar Geografi di InggrisFrank Debenham mempunyai pengaruh besar terhadap pahamdan pandangan geografi di negerinya. Pandangannya lebihbersifat filosofis-edukatif. Menurutnya,
“Geography is for everyone, and that it is full of interest at every stage, and that it is practical subject”.
Selain itu, geografi merupakan subjekpraktis, ia juga merupakan pengetahuan yang integratif-komprehensif, sehingga Dabenham menyarankan kepada parageograf :a.
To interpret the facts of distribution 
(untuk menginterpretasifakta-fakta distribusi).
40
  b. To Correlate the life of man with his physical environment (untuk mengkorelasikan kehidupan manusia denganlingkungan fisiknya).c.
To Explain the interaction of human and natural agencies 
(Untuk meng eksplanasi interaksi manusia denganlingkungan alam).Uraian tersebut menunjukkan bahwa berdasarkan pahamDebenham, manusia dan lingkungan alam melakukan korelasidan interaksi di antara ke duanya. Hal ini menunjukkan pandangan dan pendekatan Ekologi dalam pandanganGeografinya.

13. James Fairgrieve,Ahli Geografi Amerika Serikat
 James Fairgrieve mengemukakan bahwa fungsi Geografiadalah“to train future citizens to imagine accuraely the conditions of the great world stage and so to help them to think sanely about political and social problems in the world around”.
Ia juga mengemukakan bahwa Geografi memiliki nilai edukatif (educational value)
yang dapat mendidik warga negara untuk berfikir kritis dan bertanggung jawab terhadap kehidupan didunia. Menurutnya, manusia merupakan pelaku utamaperubahan geografi di muka bumi. Manusia dapat merubahkeadaan lingkungannya. Hal in i menunjukkan bahwa batasaGeografi harus memperhitungkan kondisi tersebut. Fairgrieve juga mengemukakan pentingnya peta dalam studi Geografi,karena 90% informasi Geografi dapat diletakkan pada peta danpeta inilah yang dapat menjawab pertanyaan “Where (Dimana)
” 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar